“Barang siapa yang disibukkan oleh al Qur’an dalam rangka berdzikir kepada-Ku, dan memohon kepada-Ku, niscaya akan Kuberikan sesuatu yang lebih utama daripada apa yang telah Kuberikan kepada orang-orang yang telah meminta. Dan keutamaan kalam Allãh daripada seluruh kalam selain-Nya, seperti keutamaan Allãh atas makhluk-Nya.”
(HR. At-turmudzi)
Alhamdulillãh, nulis lagi! Sibuk buangets! Dunia oh dunia
…
Kali ini tetap tentang kejadian umum. Kebetulan saja terjadi di kelasku, yang muridnya ibu-ibu semua. Tau sendiri ibu-ibu khan! Ramai!
Tapi, alhamdulillãh, di kelas kami ramainya positif lho. Karena kami “ngerumpi” Qur’an ![]()
Seperti biasa, aku suka cerewet menanyakan perihal interaksi harian muridku dgn kitab sucinya.
“Sudah 1 juz hari ini, ibu-ibuku?” tanyaku pada murid-murid tersayang.
Jawabannya beragam. Tapi kesimpulannya: “Aduh, Aa, sibuk banget, belum sempat…” dan seterusnya, dan seterusnya…
Aku biasanya cuma tersenyum maklum. Tidak sibuk cari-cari kesalahan beliau-beliau. Tidak ada niat sama sekali untuk mengintimidasi (serem bgt nih bahasa) mereka. Tapi aku sedang ingin ‘berhitung’.
Oya, harus dipahami dulu, bahwa kelas kami punya motto pembangkit motivasi. Ada tiga, bertahap:
1.Tiada Hari Tanpa Al Qur’an!
2.Satu Hari Satu Juz!
3.Lafalkan, Hafalkan, Amalkan!
Seperti motto blog ini (minus motto kedua).
Dimaksudkan agar di awal-awal, para murid diharapkan setiap hari bergaul dgn al Qur’an, dgn cara membacanya dulu sekemampuan.
Setelah bertambah mahir, sudah selayaknyalah mentargetkan untuk menamatkannya dalam sebulan seperti anjuran Rasulullãh saw. Jadi, kurang lebih 1 juz perharinya.
Kalau ini sudah bisa dan biasa dilakukan, insyãallãh, motto ketiga ‘lafalkan, hafalkan, amalkan’ akan menjadi puncaknya…
Kembali ke alasan klasik di atas: sibuk…
Mari berhitung! Bapak-bapak juga boleh ikutan…
Anda sendiri lho, yg tau sesibuk apa harimu–sampai-sampai tega meninggalkan al Qur’an. Jangan-jangan malah sibuk cari alasan sibuk…
Yang jelas, dari 24 jam yg Allãh berikan, mustahil kita tidak bisa ‘meluangkan’ waktu untuk kalam-Nya. (padahal ada nasehat agar jangan menjadikan al Qur’an waktu luang lho! Coba baca yang
ini.
Sudah berhitung?
Nah, sekarang renungkan ‘kelakuan unik’ muridku yang satu ini: beliau menunggu mie instan-nya menghangat dengan…tilawah!
“Lumayan, dapat 2 halaman…” gitu katanya.
Oya, hampir lupa, beliau juga sudah lama berhenti nonton sinetron…
Februari 5, 2009 pukul 7:31 pm
Subhanallah akhi, begitulah kita adanya. Kita justru menggadaikan hal2 yg teramat sangat penting sekali untuk kehidupan abadi kita di akhirat. Sementara untuk fatamorgana yg semu, apapun dilakukan.
Astaghfirullah! Ya Rabb, ampuni seluruh kelalaian dan kealpaan hamba. Kemalasan hamba tidak akan memudarkan kemulian dan keagungan-Mu tapi justru mencelakakan diri sendiri. Bimbinglah hamba ya Rabb. Amin.
#SILMIKAFFA :
Amin ya Rabb…amin tsumma amin…
Benar akh ibn, komentar antum sama bgt dgn tausiah seorang ustadz di Bdg tempo hari:
Untuk sesuatu yg tak pasti (dunia) kita mati2an. Tapi untuk sesuatu yg pasti (kematian) kita lalai.
Astaghfirullãh…
Februari 6, 2009 pukul 11:48 am
Assalamu’alaykum Pak
saya jalan jalan di blog Bapak
alhamdulillah suasananya sejuk, menentramkan hati dan membangkitkan inspirasi
3 motonya bagus banget Pak… patut di perjuangkan dalam mengisi hari hari kita (terutama saya dan keluarga)
note : lapor Pak, saya sudah pensiun nonton sinetron juga, banyak mudhorotnya daripada manfaatnya
salam ukhuwah.
syukron
Pak.. saya ijin link blognya yah
#SILMIKAFFA :
Wa ‘alaykumussalãm wr.wb…
Laporan direkam, ukht
Link balik ya!
Semoga kelahiran anak pertama ukhti nanti lancar, semoga shaleh/shalehah…siap2 ya ukht, fisik & psikis.
Salam ukhuwah
Februari 6, 2009 pukul 12:23 pm
Ass.Wr.Wb
Akhirnya mas Silmi posting lagi:-).
Sayapun juga ingin begitu…,InsyaAllah akan belajar baca tulis Al-Quran:-).
#SILMIKAFFA :
Wa ‘alaykumussalãm wr.wb…
Makasih kang Gusti atas dukungannya selama ini
Smoga Allãh swt memudahkan langkah akang menuju-Nya. Insyãallãh belajar Qur’an itu mudah dan menyenangkan
Februari 10, 2009 pukul 10:20 pm
Assalamu’alaikum..
tanya pak; menurut bpk lebih baik mana, 1 juz cuma dibaca arabnya–apa 1/2 juz tapi sama artinya? jzkh ya…
#SILMIKAFFA :
Wa ‘alaykumussalam wr.wb.
Yang baik 1 juz dengan artinya
Al qur’an memang aneh kok pak, bahkan yg belum dimengerti artinya aja udah berpahala dibaca. Kenapa? Karena dgn banyaknya membaca (dgn tartil), akan terbangun kedekatan. Kalo udah dekat, insyãallãh akan datang hidayah2 lain, spt kenikmatan tadabbur, kemudian amal. Insyãallãh.
Makanya, motto kami bertahap tiga, gitu.
Wallãhu a’lam…
Wa iyyaka khairul jaza’, pak Sastro
trims dah mampir…
Februari 11, 2009 pukul 6:11 am
Assalamu’alaikum wr wb…
Astagfirullah…….Ampuni hamba ya Allah atas segala kelalaian hamba,
semoga engkau sellu melimpahkan hidayah dan magfirah kepada ku dan kepada seluruh alam semesta ini. Amin ya Robbal alamin….
trimaksi bpk sudah mengiingatkan…
wassalam..
#SILMIKAFFA:
Wa ‘alaykumussalãm wr.wb…
Amin yã Rabb…
Sama2 teh Ika. Ini juga untuk mengingatkan diri sendiri
Februari 11, 2009 pukul 3:27 pm
Kang, saya jadi tersindir nih. kadang suka beralasan sibuk. padahal buat facebookan saya punya waktu, tapi buat tilawah kok rasanya gak punya banyak waktu….
jadi pengen nangis….
makasih banget ya postingannya…..
#SILMIKAFFA :
Smoga dunia ga terlalu ‘menyibukkan’ kita
Februari 12, 2009 pukul 10:57 am
Semoga Al-Quran yang kita hafalkan, juga bisa kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari
#SILMIKAFFA :
Amin…
Karena memang demikian yang diharapkan:
LAFALKAN, HAFALKAN, AMALKAN
Februari 13, 2009 pukul 10:21 pm
hohoho… saran yg bermanfaat tuk gwaa, thanks
#SILMIKAFFA :
You’re welcome, wins…
Februari 14, 2009 pukul 10:25 am
mampir mau rehat bentar di sini
#SILMIKAFFA :
Monggo, teteh yg baik…
Punten, foto Aisya ane download, boleh ya. Buat daftar ponakan…:D
Februari 14, 2009 pukul 9:19 pm
[...] di atas aye ambil dari komentar di cerita ponari dukun cilik. Apa yang menjadi kesimpulan kang silmikaffa, ternyata terasa pula oleh MUI Jabar. [...]
Februari 18, 2009 pukul 3:48 pm
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh! Kang jumpa lagi semoga Allah selalu memberikan kesehatan berfikir… juga kesehatan jasmani dan rohani.
Kang …! kadang SIBUK dan MENYIBUKKAN DIRI merupakan kalimat alasan yang dapat dicari-cari. Aku kadang masih seperti itu, jangankan satu jus sehari, semenit untuk mengingat Allah dalam sehari aja masih kedodoran, duh…! GustiAllah Yang Maha Pengampun, ampunilah hambaMu yang teledor ini…
“Lucu YA… dua jam menonton film terasa sebentar, dua jam membaca Al Qur’an terasa amat lama” (NN internet/buku:Refresh your life pengarang lupa)
#SILMIKAFFA :
Wa ‘alaykumussalãm wr.wb….
Smoga Allãh memudahkan kita melaksanakan amal sholeh, pak Salmi…
Menarik tuh kutipan terakhirnya. Browsing ahh, googling…
Nuhun pak Salmi
Februari 19, 2009 pukul 8:45 am
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Mampir, Kang Silmi kan Pria, muridnya perempuan semua?
Memang kita suka sok sibuk, terima kasih tulisannya telah mengingatkan saya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
#SILMIKAFFA :
Wa ‘alaykumussalãm wr.wb…
Ada juga murid pria, tapi ga sebanyak ibu2 (tanya kenapa ya?)
Pengen deh, over handle ke bu guru. Tapi di sini kekurangan guru awewe kang. Mudah2an kelak nambah kader akhwat, ãmîn…
Makasih juga udah mampir lagi kang. Saya suka ke blog akang, tapi ga ninggalin jejak. Bahkan ada 1 artikel kang Nahrawi yg saya save page lho! Itu yg ttg ganti theme wp…:)
Februari 21, 2009 pukul 1:42 pm
alow teman-teman blogger…ikutan 3rd IBSN Blog award yuk..
silahkan daftarkan url artikel disini
keterangan yang lebih lanjut bisa dilihat disini
akhir pandaftaran artikel 25 Maret ‘09 jam 23.59 wib..
IBSN = Berbagi Tak Pernah Rugi ^_^
by. komporizer tim : septa
#SILMIKAFFA :
Thanx kang Septa
Februari 28, 2009 pukul 3:52 pm
Assalamu’alaikum wr. wb.
Alhamdulillah, pas pulang tahsin, mampir diblog ini…
jadi malu…malu kepada Allah…selama ini ke”sibuk”an membuat hamba lupa pada-Nya, lupa membaca ayat2-Nya. Tapi sibuk apa???
Ampuni dosa hamba Ya Allah…
Amin…
#SILMIKAFFA :
Wa `alaykumussalam wr.wb.
Ãmin yã Rabb….
Makasih teh Irma. Benar, ternyata kita ngga sesibuk itu ya teh…
Maret 1, 2009 pukul 8:32 am
tapi buat istiqomah itu yang susah mas… ada tips buat saya?
#SILMIKAFFA :
Emang itu yg tersulit, mas Her…
Tipsnya apa ya? Soale blm tentu cocok buat tiap orang. Kalo saya, mencoba slalu ingat nasehat seorang ustadz: andai saja kita memperlakukan jiwa kita sama seperti kita memperlakukan perut kita… Bagi saya, tilawah adalah salah satu menu makanan jiwa. Jadi kalo ngga tilawah, rasanya lapar aja. Saya slalu pupuk rasa ini. Rasa yg berawal dari nasehat sederhana sang ustadz.
Wallãhu a`lam…
Maret 8, 2009 pukul 1:40 am
Blog menarik dan menenangkan hati, terimakasih Aa Syafril yang sudah mau berbagi pada kita semua….
Salam Inspirasi
Irawan Senda
#SILMIKAFFA:
Eh, kang Senda!!!
gitu)
Kaget…makasih mau bertamu…
Ditunggu bukunya ya (yang gratis, maksudnya
Bãrakallãh fïk…
Maret 10, 2009 pukul 12:13 pm
Sibuk itu indah..asal di mulakan dengan basmallah, sibuk itu manis..asal disepertiga malam sering nangis..kalo untuk sekarang tiada sibuk yang lebih menggugah..kecuali memenangkan partai dakwah..
#SILMIKAFFA :
Benar, hanya yg sibuk mencari ridha Allãh sajalah yg lelahnya membahagiakan hati…
Maret 11, 2009 pukul 9:43 pm
Assalamu’alaikum, salam kenal Kang
Saya pernah baca bahwa ada satu kebiasaan yang rutin dilakukan oleh umat Islam di Maroko yaitu mereka membiasakan diri mengkhatamkan Al-Qur’an 30 Juz dalam waktu satu bulan dan yang berarti tiap hari mereka harus menghabiskan 1 juz. Agar tidak ‘jenuh’ mereka terbiasa membaca Al-Qur’an 2x dalam satu hari sehingga masing-masing waktu menghabiskan setengah Juz, ba’da Subuh dan ba’da Maghrib. Kalau dikira-kira mungkin tiap setengah Juz itu 15-20 menit (kalau lancar). Jadi seandainya di total sebenarnya kita hanya diminta menyediakan waktu 30-40 menit per harinya guna membaca kalam Ilahi tapi banyak dari kita yang begitu besar rasa malasnya sehingga ‘tak merasa bersalah’ manakala Mushaf Qur’an hanya menjadi penghias di rumah-rumahnya.
InsyaAllah, Al-Qur’an yang rutin kita baca akan menjadi pelindung hari-hari yang kita lalui dan kelak akan memberikan syafaat kepada kita di hari akhir nanti.
#SILMIKAFFA :
Wa`alaykumussalam wr.wb
Salam kenal kang Jafar, senang skali akang mau berkunjung…
Padahal mudah 1 juz itu ya kang. Kalo pake mushaf standar indonesia, cuma 8 lembar (standar internasional 10 lembar).
Habis shalat wajib membaca 2 lembar aja, malam harinya udah tunai 1 juz. Ini udah dipraktekkan murid2 saya.
Mudah2an kita semua bisa istiqamah ya…
Nuhun kang
Maret 20, 2009 pukul 11:56 am
Lama taK berkunjun9 ju9a..
bukan,bukan karna kesibukan kok siLmi..
jadi maLu karna diri masih belum rajin baca alquran neeh..
biasana setiap habis sholat,entah kenapa suda beberapa hare inih daku melewatkanya..
#SILMIKAFFA :
Insyã`allãh nanti juga konsisten teh Wi3nd, kalo dah ketemu “rumus”nya
April 25, 2009 pukul 9:12 pm
assalamualaikum….
subhanallah,, salut buat antum
lam kenal dari ana,, nie salah satu muridnya ustz maya
or maya muslimah..
tulisan antum keren and lam deh buat silmi moga jadi anak yang soleh amiin 1000XXX
wassalamualaikum
#SILMIKÃFFA :
Wa`alaykumussalam wr.wb.
Ãmïn….yã Rabb….
Wah, pasukannya ust.Maya!
Alhamdulillãh…makasiiih udah mau mampir, de Disyi!
Makasih juga doanya utk Kaf~kaf ya