A M A R A H !!!

Januari 9, 2009

Kemana kalian, wahai
para pemimpin negri Islam !!!!

Kalian berselimut tebal
di kubangan Gaza !!!!

Heiii pangeran-pangeran sialan !!!!
Bawa mati itu pesawat jet pribadi
ke kubur kalian !!!!
Tabrakkan dia
ke pesawat tempur zionis
kawan kalian !!!!

Kalian gadai minyak
dengan darah syuhada !!!!
dengan air mata ummi Palestina !!!!

BISU !!! TULI !!! BUTA !!!

Laknat, kalian !!!!!!!!!!
Terkutuk, kalian !!!!!!!!!!
Astaghfirullãh…………………..


SMS DONASI UNTUK MER-C

Januari 9, 2009

Assalãmu ‘alaykum wr.wb…

Sahabat,
doa-doa telah dan akan terus kita panjatkan untuk saudara-saudara kita di Palestina, Gaza pada khususnya.

Kalaulah sahabat memiliki kelebihan harta, mengapa tidak kita berjihad dengannya.

Saat ini tim dari Medical Emergency Rescue Commitee (Mer-C) telah diberangkatkan ke medan jihad, dengan beberapa ahlinya dipimpin oleh dr. Jose Rizal yang berpengalaman menangani korban di berbagai daerah konflik.

Sahabat cukup mengetikkan:
MERC PEDULI
kirimkan ke 7505
pulsa anda akan terpotong Rp.5000 per SMSnya.
Sahabat dapat mengirimkan SMS sebanyak sahabat mau.

Semoga Allãh swt membalas kebaikan sahabat dengan kebaikan yang lebih…amin.


NASEHAT (ALM) USTADZ RAHMAT ABDULLAH KEPADA USTADZ TIFATUL SEMBIRING

Januari 8, 2009

“Jadi, akh Tif, berda’wah itu mirip dengan pekerjaan seorang petani. Biji yang ditanam tidak cukup hanya dibenamkan ke tanah lalu ditinggalkan. Kemudian kita berharap akan kembali pada suatu hari untuk memetik hasilnya.
Mustahil itu ! Mustahil !

Tanaman itu harus disiram setiap hari, dijaga, dipelihara, dipagari, bahkan kalau tunas-tunasnya mulai tumbuh, kita harus menungguinya, sebab burung-burung juga berminat pada pucuk-pucuk segar itu.

Jadi, para mad`u (pengikut da’wah) kita harus di-ri’ayah (dirawat), ditumbuhkan, diarahkan, dinasehati sampai dia benar-benar matang. Dijaga alur pembinaannya, ditanamkan motivasi-motivasi, dibangun keikhlasan mereka, didengarkan pendapat-pendapatnya, bahkan kita perlu sesekali bepergian dengannya. Agar kita memahami betul watak kader da’wah kita sebenarnya……”
.
.
(Sahabat, tetap dalam keadaan tidak mood, aku mencari-cari hikmah di majalah-majalah tuaku. Bagaimana bisa good mood, merasakan penderitaan saudara-saudaraku di Gaza?
Tulisan di atas kutemukan di majalah Saksi edisi Juli 2005. Semoga manfaat…
Dan semoga Allãh swt melimpahkan kesabaran dan kekuatan kepada para mujahidin… Amin.
)


DOA USTADZ FERRY NUR S.Si DI ATAS AWAN UNTUK GAZA

Januari 5, 2009

Mã syãallãh…
sulit sekali berkonsentrasi akhir-akhir ini. Sulit tidur. Sulit makan. Sulit menulis…
Nasib saudara-saudaraku di Gaza selalu membayang. Keadaan ini mirip ketika muslim Poso terbantai. Seperti saat muslim Maluku teraniaya. Atau saat tragedi Tanjung Priok. Atau saat Irak-ku hancur…
Yã Allãh tenangkan hati hamba…

Malam tadi ada perbincangan di salah satu TV swasta. Salah satu nara sumbernya adalah Ustadz Ferry Nur S.Si. Beliau adalah sekjen KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina). Salah satu organisasi di Indonesia yg paling konsern kepada permasalahan Palestina. Untuk lebih jelasnya sahabat2 dapat mengunjungi situsnya di http://www.kispa.org

Fikiranku melayang ke awal tahun 2000, awal pertama kali mengenalnya (semoga beliau masih mengenalku). Ketika itu beliau masih menjadi agen majalah islami. Beliau suka datang sendiri menitipkan majalah2nya di toko buku keluarga kami di Jakarta dulu. Seorang ustadz yg gigih dan bersahaja. Alhamdulillãh…
Senang sekali hati dapat melihat wajahnya dan mendengar suaranya, meski hanya lewat layar kaca.

Pagi harinya aku langsung googling dgn kata kunci nama beliau. Alhamdulillãh kutemukan tulisan (atau lebih tepatnya doa) terbaru beliau untuk rakyat Gaza yg beliau kirimkan untuk www.eramuslim.com

Doa dari seseorang yg mengerti permasalahan yg dihadapi obyek doanya. Doa nan tulus. Mengharukan namun penuh semangat…

Berikut kutuliskan ulang agar dapat kita renungkan kemudian kita amin-kan :
.
.
BERDOA DI ATAS AWAN UNTUK RAKYAT GAZA

Yã Allãh, dalam perjalanan hamba dari bandara Minangkabau menuju bandara Sukarno-Hatta, hamba membaca koran terbitan ibukota, ada berita bertulis, “Hingga hari ke tujuh invasi Israel ke Gaza lebih dari 420 orang tewas dan 2100 terluka,” kemudian lanjutan berita tersebut, “sembilan masjid telah hancur sejak serangan pertama, Sabtu (27/12/2008).

Hamba sungguh sedih dan pilu, karena hamba tak mampu mencegah kebiadaban dan keganasan Zionis Israel kepada rakyat Gaza yg merupakan ummat nabi Muhammad saw. Padahal rakyat Gaza sudah susah akibat blokade yg diterapkan Zionis Israel dan didukung antek2nya.

Yã Allãh, blokade yg berlangsung dua tahun menyebabkan rakyat Gaza sengsara, merana dan menjadi fakir miskin. Bahkan ada satu keluarga dgn delapan anak yg memakan rumput karena sudah tidak ada lagi yg akan mereka makan. 80% pabrik roti tutup, 80% wilayah Gaza dalam keadaan gelap gulita setiap hari. Saat ini suhu udara beranjak mendekati nol derajat selsius, sungguh sangat dingin sekali. 150 jenis obat sudah habis, 50% ambulan berhenti beroperasi karena tidak ada lagi bahan bakarnya.

Yã Allãh, hamba tak dapat membayangkan sedihnya para orang tua, menderitanya anak-anak, karena kondisi yg mereka hadapi begitu hebat dan berat.

Yã Allãh, hamba ingat satu riwayat yg menjelaskan bahwa salah satu doa yg mustajab adalah doa orang yg sedang safar (perjalanan).

Yã Allãh, Engkau tidak pernah tidur dan tidak pernah mengantuk.
yã Allãh, Engkau Maha Mengetahui bahwa hamba-Mu ini sedang safar dlm rangka mencari ridha-Mu, maka kabulkanlah permohonan dan doa hamba.
Yã Allãh yang Maha Kuasa, Maha Perkasa, Yang Maha Menguasai manusia, Pemilik alam semesta,
jatuhkan pesawat2 tempur zionis Israel, luluh lantakkan peralatan militer mereka, cerai beraikan pasukan mereka, lemahkanlah kekuatan mereka, berilah rasa gentar kepada mereka, kalahkan mereka, hinakan mereka.

Yã Allãh, yã hayyu yã qayyûm
Yã Allãh, yã hayyu yã qayyûm
Yã Allãh, yã hayyu yã qayyûm
Yã dzal jalãli wal ikrãm…

beri kesabaran dan ketegaran kepada rakyat Gaza, bantulah para mujahidin di sana, satukan hati mereka dlm berjuang, beri kekuatan kepada mereka, beri kemenangan kepada mereka, muliakan mereka.

Yã Allãh susahkan mereka yg telah menyusahkan ummat nabi Muhammad saw.
Yã Allãh hancurkan mereka yg telah menghancurkan ummat nabi Muhammad saw.
Yã Allãh hinakan mereka yg telah menghinakan ummat nabi Muhammad saw.

Yã Allãh, yã hayyu yã qayyûm
Yã Allãh, yã hayyu yã qayyûm
Yã Allãh, yã hayyu yã qayyûm
Yã dzal jalãli wal ikrãm…

Yã Allãh, turunkanlah pasukan khusus-Mu sebagaimana yg pernah Engkau turunkan ketika perang Badar, perang Khandak dan perang Khaibar.

Yã Allãh kabulkanlah permohonan hamba. Jangan Engkau tolak hamba karena dosa, maksiat dan pelanggaran yg pernah hamba lakukan.

Yã Allãh, hamba bertaubat kepada-Mu, hamba mohon ampun dan mohon maaf kepada-Mu.
Sampaikan salam dan shalawat hamba kepada Rasulullãh saw, keluarganya dan sahabatnya yang mulia.

Amin…..


ASEP THE GHURABA

Januari 4, 2009

Asep adalah nama yg umum di Jawa Barat. Juga di Bandung ini. Secara bercanda dikatakan bahwa setiap satu kilometer minimal ada satu Asep. Dasar anekdot!

Tapi Asep-ku yg satu ini benar-benar unik. Nama lengkapnya biarlah tetap rahasia. Untuk menghormati Asep-Asep yg lain.

Untuk mengenangnya, aku beri dia julukan Asep The Ghuraba, Asep Si Aneh. Merujuk ke sebuah hadits tentang orang2 ghuraba itu. Hitung-hitung sebagai doaku untuknya.

Kisahnya sederhana saja. Diawali ketika seorang kawan kehilangan telepon genggamnya.
Bagi yg pernah kehilangan ponsel, baik yg dimaling orang maupun yg lupa naruh, pasti tau rasanya! Menyebalkan…nomor kita tiba2 jadi nomor tersibuk di dunia, atau…nomor setan…hiiiii.

Tapi pak Dani, kawanku yg kehilangan hp-nya ini, tipe manusia santai-santai ridha.
Nasib! gitu doank komentarnya.
Senyum lagi! Besyukur aku berteman dengan manusia begini. Menular!

Tapi memang dasar nasib! Baru beberapa jam, telepon rumahnya sudah berdering. Suara remaja di telepon seberang mengaku menemukan ponsel multimedia mahalnya. Kemudian melacak nomornya dari daftar phonebook di ponsel, mengkonfirmasi orang per orang. Luar biasa!

Dengan santun Asep ‘the ghuraba’ datang ke rumah pak Dani mengantar hp temuannya itu. Ternyata rumahnya tak jauh dari sini. Bahkan wajahnya, kalau diingat-ingat, serasa tak asing di masjid kami. Siapa sangka si aneh ini baru duduk di kelas 2 SMP !

Basa basi baso tahu…beberapa saat kemudian dia pamit dengan menolak segala imbalan sekadarnya yg coba kami berikan.

Penasaran, kuselidiki diam2 anak remaja unik ini.
Rumahnya sederhana saja. Kelas menengah. Bersih teratur rapi. Gerangan bagaimana cara orang tua dan guru2nya mendidiknya?
Dari mana mentalnya terbentuk demikian hebatnya di tengah arus kacau balau akhir zaman.

Satu kabar tentang Asep yg membulatkan kesimpulanku adalah dia hafal beberapa juz al-qur’an. Hmm… Seorang penghafal ‘dipaksa’ untuk memiliki disiplin tinggi. Dia harus rutin mengulang hafalannya agar tak hilang. Belum lagi jadwal untuk menambah hafalan. Juga tilawah harian untuk kefasihan lidahnya. Dengan demikian ia akan intens berinteraksi dengan dustur illahi. Kalimah tertinggi… Subhãnallãh!

Salut untukmu, Asep the ghuraba!
Seandainya ada beberapa orang sepertimu memimpin negeri ini………