Dari Haritsah bin Wahab ra, ia berkata: Saya mendengar Rasulullãh saw bersabda: “Maukah kamu kuberitahu tentang penghuni surga? Yaitu orang yang lemah dan diremehkan, tetapi kalau dia meminta sesuatu kepada Allãh, tentu dikabulkan. Dan maukah kamu kuberitahu tentang penghuni neraka? Yaitu setiap orang yang kasar, keras lagi sombong.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Wahai ibu tua tukang cuci baju, apa rasanya ketika kemarin pagi engkau dihardik ibu majikanmu itu. Sakitkah hatimu, wahai ibu? Kalau engkau umbar tentu engkau dipecat. Makan apa esok?

Wahai ibu majikan yang terhormat, apa rasanya membentak buruh cucimu yang seusia ibumu itu? Legakah hatimu, wahai ibu? Kalau engkau tak umbar tentu tak berkurang rezekimu…

Ketika Bandung lautan sampah tak terangkut dahulu, panjang omelanmu. Tentang sistem pengelolaan yang amburadul. Tentang biaya. Tentang ini dan itu. Boleh-boleh saja… Tapi mana sapamu pada tukang sampahmu setelah badai itu.

Sahabat, mungkin kita terlalu lama di ruang kantor ber-AC. Terlalu asyik dengan perangkat canggih. Terlalu sibuk dengan bahasa akademik njelimet. Sampai-sampai pesuruh kantor lewat pun kita tak acuh. Mereka ngga ngaruh tuh.

Coba luangkan waktu sejenak untuk duduk di samping pengemis tetanggamu itu. Cium bau keringatnya. Perhatikan tekstur kulitnya yang penuh daki. Sambut bahasanya yang sederhana, bahasa orang yang bertahan hidup untuk hari ini.

Insyãallãh melembut hatimu…

Iklan