Bagaimana kalau engkau adalah orang gila telanjang bulat yang kulihat pagi tadi?

Matanya liar. Auratnya jijik. Dakinya tebal. Giginya hitam. Rambutnya gimbal. Baunya busuk kemana-kemana…

Masihkah ada sudi orang mengemis pertemanan denganmu? Menjilat sepatumu. Duduk berdua, bertiga, berempat di Cafe denganmu. Tersenyum palsu untuk tanda tanganmu. Mengisi hari-harimu dengan yang kau mau. Memujimu. Memujamu.

Tidakkah pernah engkau terbangun malam. Kemudian menangisi hartamu yang melimpah. Istrimu yang cantik. Suamimu yang gagah. Anak-anakmu yang pandai enak dipandang mata. Meratapi nasibmu yang baik itu…

Tidakkah pernah terlintas di kepalamu semuanya akan meninggalkanmu. Atau ditinggalkan olehmu.
.
.
Oo yaaa, justru itu…
Hidup hanya sekali !! Maka habiskan saja !! Peduli setan dengan Tuhan !! Kenapa tidak Dia gilakan aku seperti orang gila yang katanya kau lihat tadi pagi itu, kemudian waraskan si gila itu !!

.
.
Jangan menantang, sahabatku!
Kali ini engkau berlagak bak Tuhan. Seolah kau tau apa yang terjadi kalau kau jadi dia, dan dia jadi engkau. Tukar sepatu.

Tak pernahkah kau sadar?
Bahwa kisahmu akan segera terlupakan.
Bahwa beberapa saat lagi engkau bukan siapa-siapa…
bukan apa-apa…

Iklan