Sampai sekarang masih terus mencari… Tapi kerikil-kerikil tajam itu hampir-hampir menyurutkan langkah. Kilatanan cahaya itu nyaris membutakan mata. Gelegar petirnya menyiutkan nyali.

Duh, Rabbî… lemah nian raga ini. Rapuh nian jiwa ini. Mohon perlindunganMu, wahai Maha Perkasa… Mohon petunjukMu wahai Penyayang…

Ikhwah fillâh… sesungguhnya apa yg kita cari ini? Bukankan ridhaNya sudah cukup. Bukankah kasih sayangNya mengobati luka. Lalu kemana perginya senyum ikhlas itu…

Engkau tidak sedang mencari jerami dalam tumpukan jarum.
Engkau tidak sedang mencari jarum dalam tumpukan jerami.
Engkau sedang menatap sesuatu yg terindah di antara yg indah. Di tempat nan lapang lagi terang benderang.

Wahai ikhwah… bukankah Ar-Rahîm menyindir kita tiga puluh satu kali dalam surat ar Rahman, tentang nikmat-nikmatNya yg sering kita dustakan… Fa bi ayyi âlâi rabbikumâ tukadzibân…

Wahai sahabat…
Jalan da’wah ini, warisan para nabi…

Iklan