Mã syãallãh…
sulit sekali berkonsentrasi akhir-akhir ini. Sulit tidur. Sulit makan. Sulit menulis…
Nasib saudara-saudaraku di Gaza selalu membayang. Keadaan ini mirip ketika muslim Poso terbantai. Seperti saat muslim Maluku teraniaya. Atau saat tragedi Tanjung Priok. Atau saat Irak-ku hancur…
Yã Allãh tenangkan hati hamba…

Malam tadi ada perbincangan di salah satu TV swasta. Salah satu nara sumbernya adalah Ustadz Ferry Nur S.Si. Beliau adalah sekjen KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina). Salah satu organisasi di Indonesia yg paling konsern kepada permasalahan Palestina. Untuk lebih jelasnya sahabat2 dapat mengunjungi situsnya di http://www.kispa.org

Fikiranku melayang ke awal tahun 2000, awal pertama kali mengenalnya (semoga beliau masih mengenalku). Ketika itu beliau masih menjadi agen majalah islami. Beliau suka datang sendiri menitipkan majalah2nya di toko buku keluarga kami di Jakarta dulu. Seorang ustadz yg gigih dan bersahaja. Alhamdulillãh…
Senang sekali hati dapat melihat wajahnya dan mendengar suaranya, meski hanya lewat layar kaca.

Pagi harinya aku langsung googling dgn kata kunci nama beliau. Alhamdulillãh kutemukan tulisan (atau lebih tepatnya doa) terbaru beliau untuk rakyat Gaza yg beliau kirimkan untuk http://www.eramuslim.com

Doa dari seseorang yg mengerti permasalahan yg dihadapi obyek doanya. Doa nan tulus. Mengharukan namun penuh semangat…

Berikut kutuliskan ulang agar dapat kita renungkan kemudian kita amin-kan :
.
.
BERDOA DI ATAS AWAN UNTUK RAKYAT GAZA

Yã Allãh, dalam perjalanan hamba dari bandara Minangkabau menuju bandara Sukarno-Hatta, hamba membaca koran terbitan ibukota, ada berita bertulis, “Hingga hari ke tujuh invasi Israel ke Gaza lebih dari 420 orang tewas dan 2100 terluka,” kemudian lanjutan berita tersebut, “sembilan masjid telah hancur sejak serangan pertama, Sabtu (27/12/2008).

Hamba sungguh sedih dan pilu, karena hamba tak mampu mencegah kebiadaban dan keganasan Zionis Israel kepada rakyat Gaza yg merupakan ummat nabi Muhammad saw. Padahal rakyat Gaza sudah susah akibat blokade yg diterapkan Zionis Israel dan didukung antek2nya.

Yã Allãh, blokade yg berlangsung dua tahun menyebabkan rakyat Gaza sengsara, merana dan menjadi fakir miskin. Bahkan ada satu keluarga dgn delapan anak yg memakan rumput karena sudah tidak ada lagi yg akan mereka makan. 80% pabrik roti tutup, 80% wilayah Gaza dalam keadaan gelap gulita setiap hari. Saat ini suhu udara beranjak mendekati nol derajat selsius, sungguh sangat dingin sekali. 150 jenis obat sudah habis, 50% ambulan berhenti beroperasi karena tidak ada lagi bahan bakarnya.

Yã Allãh, hamba tak dapat membayangkan sedihnya para orang tua, menderitanya anak-anak, karena kondisi yg mereka hadapi begitu hebat dan berat.

Yã Allãh, hamba ingat satu riwayat yg menjelaskan bahwa salah satu doa yg mustajab adalah doa orang yg sedang safar (perjalanan).

Yã Allãh, Engkau tidak pernah tidur dan tidak pernah mengantuk.
yã Allãh, Engkau Maha Mengetahui bahwa hamba-Mu ini sedang safar dlm rangka mencari ridha-Mu, maka kabulkanlah permohonan dan doa hamba.
Yã Allãh yang Maha Kuasa, Maha Perkasa, Yang Maha Menguasai manusia, Pemilik alam semesta,
jatuhkan pesawat2 tempur zionis Israel, luluh lantakkan peralatan militer mereka, cerai beraikan pasukan mereka, lemahkanlah kekuatan mereka, berilah rasa gentar kepada mereka, kalahkan mereka, hinakan mereka.

Yã Allãh, yã hayyu yã qayyûm
Yã Allãh, yã hayyu yã qayyûm
Yã Allãh, yã hayyu yã qayyûm
Yã dzal jalãli wal ikrãm…

beri kesabaran dan ketegaran kepada rakyat Gaza, bantulah para mujahidin di sana, satukan hati mereka dlm berjuang, beri kekuatan kepada mereka, beri kemenangan kepada mereka, muliakan mereka.

Yã Allãh susahkan mereka yg telah menyusahkan ummat nabi Muhammad saw.
Yã Allãh hancurkan mereka yg telah menghancurkan ummat nabi Muhammad saw.
Yã Allãh hinakan mereka yg telah menghinakan ummat nabi Muhammad saw.

Yã Allãh, yã hayyu yã qayyûm
Yã Allãh, yã hayyu yã qayyûm
Yã Allãh, yã hayyu yã qayyûm
Yã dzal jalãli wal ikrãm…

Yã Allãh, turunkanlah pasukan khusus-Mu sebagaimana yg pernah Engkau turunkan ketika perang Badar, perang Khandak dan perang Khaibar.

Yã Allãh kabulkanlah permohonan hamba. Jangan Engkau tolak hamba karena dosa, maksiat dan pelanggaran yg pernah hamba lakukan.

Yã Allãh, hamba bertaubat kepada-Mu, hamba mohon ampun dan mohon maaf kepada-Mu.
Sampaikan salam dan shalawat hamba kepada Rasulullãh saw, keluarganya dan sahabatnya yang mulia.

Amin…..

Iklan