Tag Archive: gaza


PERANG DAN CINTA

(Oleh Anis Matta)

John Lennon adalah trauma. Lahir di tengah puing perang dunia pertama, kedua, dan perang Vietnam. Legenda pop tahun 60-an itu tiba-tiba menemukan bumi ini seperti sepenggal neraka. Maka lahirlah Flower Generation dengan semangat anti perang dan fenomena hyppies. Bahkan ketika Tuhan disebut dalam perang, Bob Dylan justru mengatakan: “If God in our side, He’ll stop the next war.”

Sejarah perang moderen adalah mimpi buruk terpanjang umat manusia. Api. Debu. Darah. Air mata. Terlalu mengerikan. Perang moderen jadi tragedi kemanusiaan karena ia lahir dari dendam, keserakahan, megalomania dan kesunyian.

Imperealisme Eropa ke timur adalah riwayat dendam dan keserakahan. Perang dunia pertama dan kedua adalah kisah keserakahan dan megalomania. Napoleon, Hitler dan Mussolini adalah legenda megalomania dan kesunyian: perang adalah cara mereka menyebar kemeranaan mereka. Sebab itu perang moderen adalah brutalisme, sadisme, kanibalisme: saat-saat panjang tanpa kasih, dari orang-orang yang menemukan kepuasan pada tetes-tetes darah dan air mata.

Tapi perang tidak hanya punya satu wajah. Perang punya wajah lain yang lebih agung, etis dan manusiawi. Perang adalah takdir manusia. Kamu suka atau tidak suka. Perang itu niscaya. Bedanya hanya dalam dua hal: siapa musuhmu, dan dengan cara apa kamu melawannya.
Siapa musuhmu menentukan atas nama apa kamu berperang. Caramu melawan menggambarkan watak perang yang kamu lakoni. Di dasar batinmu yang mendalam sebenarnya kamu tahu atas nama siapa kamu berperang: kebenaran atau kebatilan. Angkara murka yang lahir dari kebatilan niscaya melahirkan dendam, keserakahan, megalomania, sadisme, brutalisme dan kanibalisme. Habis itu kesunyian yang panjang: dan darah yang terus mengalir tanpa kasih.

Maka begitu Hitler menyadari kekalahannya, ia bunuh diri. Darahnya dan darah korban-korbannya sama saja: merah! Tapi Khalid justru menangis karena mati di atas kasur: bukan di medan laga! Tapi mengapa revolusi Chili jadi nyanyian Pablo Nerudo? Mengapa Khalid bin Walid mengatakan: “Berjaga pada sebuah malam dingin, di tengah deru peperangan, lebih aku suka daripada berada di sisi seorang gadis di malam pengantin.”? Mengapa Abu Bakar mengatakan: “Carilah kematian agar kamu menemukan kehidupan.”?

Jika kamu berperang di bawah bendera kebenaran, cinta mengendalikan motifmu dan caramu berperang. Tetap ada kekerasan. Darah. Tapi cinta membuatnya jadi agung. Etis. Manusiawi.
Perang–atau revolusi adalah drama kemanusiaan. Di sana kita menyabung nyawa, karena ada yang kita cintai di sini: Tuhan, hidup, tanah air, bangsa, keluarga, diri sendiri. Perang bukan kebencian. Maka mereka yang tidak terlibat dalam perang tidak boleh dijadikan korban: anak-anak, orang tua, wanita, tumbuhan, hewan dan lingkungan hidup.
Jika kebutuhan biologismu tersumbat selama perang, kamu bisa jadi sadis. Atau bahkan kanibalis. Maka, prajurit perang–dalam islam–harus kembali ke keluarganya setiap empat bulan: biar jihad jadi lebih dekat kepada cinta, tidak berubah jadi benci.

Perang semacam ini menciptakan kehidupan dari kematian. Hanya perang semacam ini yang dapat menghentikan perang dengan perang.

***

sumber: majalah Tarbawi

A M A R A H !!!

Kemana kalian, wahai
para pemimpin negri Islam !!!!

Kalian berselimut tebal
di kubangan Gaza !!!!

Heiii pangeran-pangeran sialan !!!!
Bawa mati itu pesawat jet pribadi
ke kubur kalian !!!!
Tabrakkan dia
ke pesawat tempur zionis
kawan kalian !!!!

Kalian gadai minyak
dengan darah syuhada !!!!
dengan air mata ummi Palestina !!!!

BISU !!! TULI !!! BUTA !!!

Laknat, kalian !!!!!!!!!!
Terkutuk, kalian !!!!!!!!!!
Astaghfirullãh…………………..

Mã syãallãh…
sulit sekali berkonsentrasi akhir-akhir ini. Sulit tidur. Sulit makan. Sulit menulis…
Nasib saudara-saudaraku di Gaza selalu membayang. Keadaan ini mirip ketika muslim Poso terbantai. Seperti saat muslim Maluku teraniaya. Atau saat tragedi Tanjung Priok. Atau saat Irak-ku hancur…
Yã Allãh tenangkan hati hamba…

Malam tadi ada perbincangan di salah satu TV swasta. Salah satu nara sumbernya adalah Ustadz Ferry Nur S.Si. Beliau adalah sekjen KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina). Salah satu organisasi di Indonesia yg paling konsern kepada permasalahan Palestina. Untuk lebih jelasnya sahabat2 dapat mengunjungi situsnya di http://www.kispa.org

Fikiranku melayang ke awal tahun 2000, awal pertama kali mengenalnya (semoga beliau masih mengenalku). Ketika itu beliau masih menjadi agen majalah islami. Beliau suka datang sendiri menitipkan majalah2nya di toko buku keluarga kami di Jakarta dulu. Seorang ustadz yg gigih dan bersahaja. Alhamdulillãh…
Senang sekali hati dapat melihat wajahnya dan mendengar suaranya, meski hanya lewat layar kaca.

Pagi harinya aku langsung googling dgn kata kunci nama beliau. Alhamdulillãh kutemukan tulisan (atau lebih tepatnya doa) terbaru beliau untuk rakyat Gaza yg beliau kirimkan untuk http://www.eramuslim.com

Doa dari seseorang yg mengerti permasalahan yg dihadapi obyek doanya. Doa nan tulus. Mengharukan namun penuh semangat…

Berikut kutuliskan ulang agar dapat kita renungkan kemudian kita amin-kan :
.
.
BERDOA DI ATAS AWAN UNTUK RAKYAT GAZA

Yã Allãh, dalam perjalanan hamba dari bandara Minangkabau menuju bandara Sukarno-Hatta, hamba membaca koran terbitan ibukota, ada berita bertulis, “Hingga hari ke tujuh invasi Israel ke Gaza lebih dari 420 orang tewas dan 2100 terluka,” kemudian lanjutan berita tersebut, “sembilan masjid telah hancur sejak serangan pertama, Sabtu (27/12/2008).

Hamba sungguh sedih dan pilu, karena hamba tak mampu mencegah kebiadaban dan keganasan Zionis Israel kepada rakyat Gaza yg merupakan ummat nabi Muhammad saw. Padahal rakyat Gaza sudah susah akibat blokade yg diterapkan Zionis Israel dan didukung antek2nya.

Yã Allãh, blokade yg berlangsung dua tahun menyebabkan rakyat Gaza sengsara, merana dan menjadi fakir miskin. Bahkan ada satu keluarga dgn delapan anak yg memakan rumput karena sudah tidak ada lagi yg akan mereka makan. 80% pabrik roti tutup, 80% wilayah Gaza dalam keadaan gelap gulita setiap hari. Saat ini suhu udara beranjak mendekati nol derajat selsius, sungguh sangat dingin sekali. 150 jenis obat sudah habis, 50% ambulan berhenti beroperasi karena tidak ada lagi bahan bakarnya.

Yã Allãh, hamba tak dapat membayangkan sedihnya para orang tua, menderitanya anak-anak, karena kondisi yg mereka hadapi begitu hebat dan berat.

Yã Allãh, hamba ingat satu riwayat yg menjelaskan bahwa salah satu doa yg mustajab adalah doa orang yg sedang safar (perjalanan).

Yã Allãh, Engkau tidak pernah tidur dan tidak pernah mengantuk.
yã Allãh, Engkau Maha Mengetahui bahwa hamba-Mu ini sedang safar dlm rangka mencari ridha-Mu, maka kabulkanlah permohonan dan doa hamba.
Yã Allãh yang Maha Kuasa, Maha Perkasa, Yang Maha Menguasai manusia, Pemilik alam semesta,
jatuhkan pesawat2 tempur zionis Israel, luluh lantakkan peralatan militer mereka, cerai beraikan pasukan mereka, lemahkanlah kekuatan mereka, berilah rasa gentar kepada mereka, kalahkan mereka, hinakan mereka.

Yã Allãh, yã hayyu yã qayyûm
Yã Allãh, yã hayyu yã qayyûm
Yã Allãh, yã hayyu yã qayyûm
Yã dzal jalãli wal ikrãm…

beri kesabaran dan ketegaran kepada rakyat Gaza, bantulah para mujahidin di sana, satukan hati mereka dlm berjuang, beri kekuatan kepada mereka, beri kemenangan kepada mereka, muliakan mereka.

Yã Allãh susahkan mereka yg telah menyusahkan ummat nabi Muhammad saw.
Yã Allãh hancurkan mereka yg telah menghancurkan ummat nabi Muhammad saw.
Yã Allãh hinakan mereka yg telah menghinakan ummat nabi Muhammad saw.

Yã Allãh, yã hayyu yã qayyûm
Yã Allãh, yã hayyu yã qayyûm
Yã Allãh, yã hayyu yã qayyûm
Yã dzal jalãli wal ikrãm…

Yã Allãh, turunkanlah pasukan khusus-Mu sebagaimana yg pernah Engkau turunkan ketika perang Badar, perang Khandak dan perang Khaibar.

Yã Allãh kabulkanlah permohonan hamba. Jangan Engkau tolak hamba karena dosa, maksiat dan pelanggaran yg pernah hamba lakukan.

Yã Allãh, hamba bertaubat kepada-Mu, hamba mohon ampun dan mohon maaf kepada-Mu.
Sampaikan salam dan shalawat hamba kepada Rasulullãh saw, keluarganya dan sahabatnya yang mulia.

Amin…..