Tag Archive: IBSN


REFLEKSI PERJALANAN DA’WAH

Rasanya ingin di sudut saja. Atau mengunci diri di kenyamanan kamar. Tidak berkata apa-apa. Tidak menuliskan apa-apa. Tidak mengajarkan apa-apa. Tidak menanam apa-apa. Tidak menuai apa-apa.

Buat raga sungguh melelahkan. Buat jiwa terlebih lagi. Dunia nyata dan maya sama saja. Melelahkan…
Berpapasan di jalan, muka masam penuh curiga sudah biasa. Browsing pun tak jauh berbeda. Caci maki di udara Allâh yg gratis ini hampir-hampir mengesatkan hati.

Akhir tahun yg aneh…
Hampir berbarengan habisnya masehi dan hijriah.
Dari tahun ke tahun nyaris selalu sama. Pesta pora. Bahkan setelah tampak jelas kebuasan manusia terhadap sesama manusia di layar kaca, di depan mata. Tidak menyurutkan langkah manusia untuk sekedar refreshing mengusir kepenatan zaman. Untuk kemudian terbangun esok hari, di angka tahun yg baru. Kemudian mengisinya lagi dgn kesia-siaan yg lain.
Zaman yang aneh…

Rasanya ingin berhenti saja. Luka-lukanya perih…

Tapi, alhamdulillâh, tak sengaja kutemukan tulisan Ustadz Asep Rodhi di sebuah buletin lama di tumpukan file. Seperti antiseptik. Dengan judul yg cantik:

JEMUKAH ENGKAU BERDAKWAH, YÃ RASUL?

Terimakasih ustadz, untuk nasehatnya. Untuk pembukaan artikel antum yg mengharu biru. Antum ingatkan lagi tentang kisah Rasulullâh saw di Thaif. Duduk bersimpuh di bawah pohon sambil mengusap luka.

Malu hati ini yã Rasulullãh, mengeluh di ujung tahun di tengah2 nikmat Tuhanku yg berlimpah.
Malu hati ini yã Rasulullãh, mendengar ‘rintihan’mu yang indah itu, di Thaif dulu:

Ya Allãh,

Aku mengadu pada-Mu tentang kelemahanku

Dan kurangnya daya upayaku

Juga rendahnya pamorku di hadapan manusia

Wahai Yang Mahakasihsayang

Engkaulah Pemelihara orang-orang yang lemah

Engkaulah pemeliharaku

Kepada siapa Engkau akan serahkan aku?

Apakah kepada orang asing yang menganiaya diriku?
Atau, kepada musuh yang menguasai diriku?

Selama Engkau tidak murka padaku, aku tidak perduli.

Tetapi ampunan dan kasih-Mu sangat aku butuhkan

Aku berlindung dengan cahaya wajah-Mu yang menyinari segala kegelapan dan memperbaiki segala urusan dunia dan akhirat,

Dari turunnya kemurkaan-Mu padaku,

Atau kutukan-Mu menimpaku

Kepada-Mu berpulang segalanya hingga Engkau ridha,

Dan tiada daya serta kekuatan kecuali dengan-Mu……

(terimakasihku yang tulus kepada al-akh Ibn Abd Muis, untuk tulisan-tulisannya yang menggelorakan, comment replies-nya yang bernas dan super pede kadang kocak! Semoga Allâh swt senantiasa memjagamu, akhi. Dan menambahkan ilmumu demi kebaikan)

Iklan

BERKABUNG : ODE TO PALESTINE

Sudah lama masa berkabung ini

Ribuan liter darah sudah tumpah

Sudah biasa mata melihat

Sudah kering air mata

Kabar basi…

Mereka lemparkan isu terorisme ke hidung ummat

Kengerian adalah barang umum konsumsi sehari-hari

Kengerian tidak mengerikan lagi

Bom kami adalah teror, bom mereka adalah bela diri

Kabar basi…

Itulah isi kitab suci Holywood

Ini isi kitab suci kami:
wa makarû wa makarallâh
wallahu khairul mâkirîn

Mereka bertipu daya, dan Allâh pun bertipu daya
Dan Allâh-lah sebaik-baik pembuat tipu daya

Bersabarlah, Gaza

Sebab tak ada kemuliaan tanpa jihad

Lâ ‘izzata illâ bil jihâd !

(untuk saudara-saudaraku di luar Palestina, ingatlah sabda Rasulullâh ini: “…barang siapa tak peduli urusan kaum muslimin, maka ia bukan termasuk ummatku..”)

“…wa rattilil qur’âna tartîla…” al-muzzammil: 4
(Dan bacalah qur’an itu dengan tartil)

Al-qur’an memiliki cara membaca yg unik dan cantik yg dikawal tajwidnya yg indah. Sayangnya yg banyak beredar adalah bacaan dgn ‘gaya’ tertentu seperti yg sering diperlombakan di MTQ.

Padahal cara membaca al-qur’an yg disunnahkan itu mudah sekali. Seperti yg kita sering dengar di kaset atau mp3 murattal itu. Bacaan para syaikh yg baik dan indah itu terkawal tajwid.

Sayangnya lagi, banyak orang yg hanya meniru ‘lagam’ bacaan di kaset murattalnya saja. Tanpa memperhatikan tajwidnya. Dari sekian masjid yg saya kunjungi, hampir semua bacaan imamnya masih di bawah standar ilmu tajwid. Di masjid besar sekalipun.

Insyâallâh, dgn belajar tahsin (murattal), kita dapat merasakan indah dan nikmatnya melantunkan ayat2 suci. Yang akan menarik kita untuk terus berinteraksi dengannya, dan akan menuntun kita untuk mentadabburkan dan mengamalkannya pada akhirnya.

Nah, untuk meningkatkan kualitas bacaan al-qur’an kita, ada tawaran menarik untuk blogger Bandung nih:
Belajar tahsin gratis, tis, tis !!

Syaratnya cuma satu: belajar mengajar dgn ikhlas. Hanya mencari Ridha-Nya. Lain tidak. Titik!

(tapi dari pengalaman yg sudah2, meskipun gratis, sepi peminat ! Ahh, ada apa dengan ummat ? Seddihhh….)

Bagi blogger Bandung yg berminat, silakan hubungi saya di http://www.silmikaffa2@gmail.com

Untuk sementara, saya hanya bisa mengajar pagi, pada hari2 tertentu, dikarenakan sudah banyak waktu terpakai. Mungkin ada di antara sahabat yg punya waktu tersesuai? Mangga!

Semoga manfaat. Amin….

(sebaik-baiknya manusia adalah yang belajar dan mengajarkan al-qur’an) (al-hadits)