Tag Archive: tahsin


S I B U K

“Barang siapa yang disibukkan oleh al Qur’an dalam rangka berdzikir kepada-Ku, dan memohon kepada-Ku, niscaya akan Kuberikan sesuatu yang lebih utama daripada apa yang telah Kuberikan kepada orang-orang yang telah meminta. Dan keutamaan kalam Allãh daripada seluruh kalam selain-Nya, seperti keutamaan Allãh atas makhluk-Nya.”
(HR. At-turmudzi)

Alhamdulillãh, nulis lagi! Sibuk buangets! Dunia oh dunia 😦 …

Kali ini tetap tentang kejadian umum. Kebetulan saja terjadi di kelasku, yang muridnya ibu-ibu semua. Tau sendiri ibu-ibu khan! Ramai!

Tapi, alhamdulillãh, di kelas kami ramainya positif lho. Karena kami “ngerumpi” Qur’an 🙂
Seperti biasa, aku suka cerewet menanyakan perihal interaksi harian muridku dgn kitab sucinya.

“Sudah 1 juz hari ini, ibu-ibuku?” tanyaku pada murid-murid tersayang.

Jawabannya beragam. Tapi kesimpulannya: “Aduh, Aa, sibuk banget, belum sempat…” dan seterusnya, dan seterusnya…

Aku biasanya cuma tersenyum maklum. Tidak sibuk cari-cari kesalahan beliau-beliau. Tidak ada niat sama sekali untuk mengintimidasi (serem bgt nih bahasa) mereka. Tapi aku sedang ingin ‘berhitung’.

Oya, harus dipahami dulu, bahwa kelas kami punya motto pembangkit motivasi. Ada tiga, bertahap:

1.Tiada Hari Tanpa Al Qur’an!
2.Satu Hari Satu Juz!
3.Lafalkan, Hafalkan, Amalkan!

Seperti motto blog ini (minus motto kedua).

Dimaksudkan agar di awal-awal, para murid diharapkan setiap hari bergaul dgn al Qur’an, dgn cara membacanya dulu sekemampuan.
Setelah bertambah mahir, sudah selayaknyalah mentargetkan untuk menamatkannya dalam sebulan seperti anjuran Rasulullãh saw. Jadi, kurang lebih 1 juz perharinya.
Kalau ini sudah bisa dan biasa dilakukan, insyãallãh, motto ketiga ‘lafalkan, hafalkan, amalkan’ akan menjadi puncaknya…

Kembali ke alasan klasik di atas: sibuk

Mari berhitung! Bapak-bapak juga boleh ikutan…
Anda sendiri lho, yg tau sesibuk apa harimu–sampai-sampai tega meninggalkan al Qur’an. Jangan-jangan malah sibuk cari alasan sibuk
Yang jelas, dari 24 jam yg Allãh berikan, mustahil kita tidak bisa ‘meluangkan’ waktu untuk kalam-Nya. (padahal ada nasehat agar jangan menjadikan al Qur’an waktu luang lho! Coba baca yang
ini.

Sudah berhitung?
Nah, sekarang renungkan ‘kelakuan unik’ muridku yang satu ini: beliau menunggu mie instan-nya menghangat dengan…tilawah!
“Lumayan, dapat 2 halaman…” gitu katanya.

Oya, hampir lupa, beliau juga sudah lama berhenti nonton sinetron… 🙂

Iklan

“…wa rattilil qur’âna tartîla…” al-muzzammil: 4
(Dan bacalah qur’an itu dengan tartil)

Al-qur’an memiliki cara membaca yg unik dan cantik yg dikawal tajwidnya yg indah. Sayangnya yg banyak beredar adalah bacaan dgn ‘gaya’ tertentu seperti yg sering diperlombakan di MTQ.

Padahal cara membaca al-qur’an yg disunnahkan itu mudah sekali. Seperti yg kita sering dengar di kaset atau mp3 murattal itu. Bacaan para syaikh yg baik dan indah itu terkawal tajwid.

Sayangnya lagi, banyak orang yg hanya meniru ‘lagam’ bacaan di kaset murattalnya saja. Tanpa memperhatikan tajwidnya. Dari sekian masjid yg saya kunjungi, hampir semua bacaan imamnya masih di bawah standar ilmu tajwid. Di masjid besar sekalipun.

Insyâallâh, dgn belajar tahsin (murattal), kita dapat merasakan indah dan nikmatnya melantunkan ayat2 suci. Yang akan menarik kita untuk terus berinteraksi dengannya, dan akan menuntun kita untuk mentadabburkan dan mengamalkannya pada akhirnya.

Nah, untuk meningkatkan kualitas bacaan al-qur’an kita, ada tawaran menarik untuk blogger Bandung nih:
Belajar tahsin gratis, tis, tis !!

Syaratnya cuma satu: belajar mengajar dgn ikhlas. Hanya mencari Ridha-Nya. Lain tidak. Titik!

(tapi dari pengalaman yg sudah2, meskipun gratis, sepi peminat ! Ahh, ada apa dengan ummat ? Seddihhh….)

Bagi blogger Bandung yg berminat, silakan hubungi saya di http://www.silmikaffa2@gmail.com

Untuk sementara, saya hanya bisa mengajar pagi, pada hari2 tertentu, dikarenakan sudah banyak waktu terpakai. Mungkin ada di antara sahabat yg punya waktu tersesuai? Mangga!

Semoga manfaat. Amin….

(sebaik-baiknya manusia adalah yang belajar dan mengajarkan al-qur’an) (al-hadits)